Khasiat madu sudah dikenal sejak jaman dulu. Namun akhir-akhir ini, khasiat madu itu telah pula didukung dengan penelitian ilmimiah. Khasiat madu sangatlah beragam dari khasiat antibakteri hingga antikanker.
Khasiat Antibakteri Madu.
Sejak awal abad 20, penelitian mengenai khasiat madu sebagai obat mulai banyak dilakukan. Saat antibiotika banyak dikembangkan, peran madu sebagai antibiotika alami mulai tersisihkan. Namun saat ini banyak mikrobia penyebab penyakit resisten terhadap antibiotika, sehingga madu kembali dilirik untuk digunakan sebagai antibiotika alami.
Mengapa madu bisa menjadi antibiotika alami...? Diyakini, khasiat ini diperoleh karena enzim didalam madu melepaskan senyawa hydrogen peroksida. Senyawa hydrogen peroksida diketahui memiliki sifat antibakteri yang kuat. berbagai jenis madu lain, seperti madu manukah dari Selandia Baru, diyakini memiliki senyawa fitokimia lain yang bersifat antibakteri yang lebih kuat dibandingkan dengan madu-madu lainnya.
Madu Sumber Antioksidan.
Madu mengandung senyawa-senyawa antioksidan yang bisa menghancurkan senyawa kimia yang dikaitkan dengan berbagai penyakit termasuk kanker. Antioksidan pada madu bisa membandu mengatasi radikal bebas pada tubuh, juga menjadi nutrisi bagi pertumbuhan jaringan-jaringan baru.
Antioksidan berinteraksi dengan metabolit oksigen didalam tubuh kita untuk melindungi tubuh dari penyakit, untuk melawan infeksi, dan menyembuhkan diri serta berfungsi dengan efesien. Madu asli mmemiliki antioksidan dengan kadar yang beragam. Beberapa jenis antioksidan yang ada didalam madu antara lain asam malat, asam glukonat, asam cinnaminic, dan asam askorbat (vitamin C).
Madu bersifat Higroskopis.
Secara alami madu besifat higroskopis. ini berarti saat ini madu terpapar udara, madu akan menyerap kelembaban udara di sekitarnya. Sifat ini membuat madu sangat efektif untuk digunakan mengobati luka terbuka. Jika dioleskan pada luka terbuka, madu bisa mencegah terbentuknya scar (jaringan bekas luka) dengan menjaga kelembaban kulit serta merangsang pertumbuhan jaringan-jaringan baru. Pelepasan perban juga lebih mudah karena tidak lengket dengan luka.
Sumber : dari berbagai sumber.
Sumber : dari berbagai sumber.
0 komentar:
Posting Komentar