Senin, 28 Oktober 2013

Manfaat Daun Cincau

Mereguk Kesegaran Cincau .

Kata "Cincau" yang berasal dari dialek Hokkian, Sienchau (Xiencao), di Bali daun cincau mempunyai sebutan daun daluman. Daun tumbuhan ini mengandung karbohidrat yang mampu mengikat molekul melekul air, sehingga dapat membentuk gel serupa agar-agar yang diperoleh dari perendaman daun. Daun cincau banyak dijadikan sebagai bahan minuman segar tersebut ternyata memiliki jenis berbeda sesuai dengan tumbuhan yang menghasilkannya.

Di Indonesia terdapat dua jenis cincau yang dikenal orang, yaitu cincau hijau dan hitam. Cincau berwarna hijau dihasilkan dari dua jenis tumbuhan yaitu tanaman merambat Cylea berbata Myers dan tanaman perdu Premna oblongifolia. Kedua tanaman tersebut sama-sama menghasilkan cincau hijau yang konsistensinya lebih padat dibandingkan cincau hitam. Perbedaannya, cincau yang berasal dari tanaman perdu memiliki produktivitas yang lebih besar dibandingkan tanaman rambat.  Karena itu, cincau dari tanaman perdu inilah yang sering menjadi andalan penjual cincau hijau, walau aromanya dan rasanya masih kalah dibanding cincau dari tanaman rambat. Berbeda dengan cincau hijau, cincau hitam berasal dari tumbuhan dari Mesona palustris yang juga dikenal dengan nama lokal Janggelan.  Di Tiongkok sebenarnya terdapat satu lagi jenis cincau lain yang disebut "Pai-Liang-Fen" dan diperdagangkan sebagai grass jelly atau ai-yu jelly.

Proses Pembuatan Cincau.

     Pembuatan cincau sangat mudah dan sederhana. Namun, terdapat perbedaan dalam proses pembuatan cincau hijau dan hitam. Cincau hijau dibuat dari daun segar, sementara cincau hitam dibuat dari janggelan yang telah dikeringkan. Proses pembuatan cincau hijau secara sederhana diawali dengan pemilihan daun tanaman penghasil cincau lalu dicuci bersih. Selanjutnya daun tersebut diremas-remas atau dihancurkan sambil sedikit demi sedikit diberi air. Air hasil remasan ini kemudian disaring dan ditampung dalam wadah, sementara ampasnya dibuang. Selanjutnya air remasan daun yang berwarna hijau pekat itu didiamkan selama satu hingga dua jam sampai menggumpal membentuk agar-agar. Agar lebih higienis, dapat dilakukan perebusan hingga air hasil remasan tersebut mendidih sebelum akhirnya didinginkan dan didiamkan.
        Berbeda dengan cincau hijau yang hanya diambil daunnya, cincau hitam dibuat dari seluruh bagian tanaman janggalen. Proses pembuatannya diawali dengan mengeringkan tanaman janggelan yang telah dipanen, menggiling lalu mengayaknya hingga hasilkan ekstrak tanaman. serbuk yang merupakan hasil ekstrak inilah yang dapat dicairkan untuk menghasilkan cincau hitam. Walaupun terdapat perbedaan dalam cara pembuatannya, kedua jenis cincau ini sama-sama lezat untuk disantap.

Dari Panas Dalam Hingga Kanker.
Dibalik  rasanya  yang enak,   cincau  ternyata  berkhasiat antipiretik (menurunkan suhu badan) dan stomakikum (merangsang nafsu makan) disebabkan berbagai senyawa alkaloid yang dikandungnya. Kandungan mineral yang tinggi juga membuat cincau cocok dijadikan sebagai salah satu menu selingan saat diet. selain itu kandungan antioksidan yang terdapat pada cincau juga dapat digunakan untuk mengatasi sel kanker. Hal ini diteliti lebih lanjut oleh tim dari Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor bersama bagian Anatomi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Menurut hasil penelitian tersebut juga menyatakan bahwa cincau hijau sangat aman dikonsumsi oleh penderita penyakit tumor karena rasanya tidak menyengat, sehingga tidak memicu rasa mual dan muntah.

   "Wah ternyata banyak sekali manfaat dibalik warna hijau 
dan hitam dari cincau, tinggal pilih sendiri bahan campuran
apa yang ingin ditambahkan pada cincau, maka minuman 
segar dan menyehatkan akan segera kita nikmati "

Sumber : Herbal Plus, dan berbagai sumber.

1 komentar:

  1. Yang butuh bibit tanaman cincao bisa hubungi kami di chasiapro@gmail.com atau 082136712513 @Trims Prabowo JOgja

    BalasHapus