Si Manis Kaya Manfaat.
Madu secara umum bermanfaat untuk menghasilkan energi, meningkatkan stamina. Penelitian demi penelitian membuktikan bahwa kasiat madu dalam hal kesehatan dan pengobatan sangatlah banyak. Banyak khasiat madu yang terungkap untuk pengobatan dari ujung rambut hingga ujung kaki, juga untuk kecantikan. Madu juga memiliki sifat antibakteri yang kuat, menjadi obat luka bakar bahkan, ada penelitian menunjukkan madu memiliki khasiat antikanker.
Mengenal Madu Lebih Dekat.
Manfaat madu sudah dikenal baik sejak jaman purba, dan tercatat dalam berbagai kitab suci. Madu berkhasiat baik dari segi kandungan gizinya maupun sebagai khasiatnya untuk
pengobatan. Madu mengandung gula yang bisa menyediakan energi secara cepat saat
dikonsumsi.
Sejarah penggunaan madu.
Manfaat madu bagi kesehatan manusia sudah lama disadari manusia. Kadar gizi dan efek obat yang dimiliki madu sudah tercatat pada sejarah peradaban manusia terdahulu. Mulai kitab Weda, Yunani Kuno, Romawi Kuno, Kristen, Islam. Para tabib dan dokter masa lalu juga menyebutkan khasiat madu untuk pengobatan, seperti Aristoteles (384-322 SM), Aristoxenus (320 BC), Hippocrates, hingga para tabib Arab.
Pada masa modern modern seperti sekarang ini, sudah banyak penelitian ilmiah yang membuktikan khasiat madu. Meski begitu, madu masih ditempatkan sebagai pengobatan alternatif. Madu mengandung antioksidan yang sangat kuat, dan juga memiliki khasiat antiseptik dan antibakteri. Madu dihasilkan oleh berbagai spesies lebah madu, yang dapat hidup diberbagai tempat kecuali di kutub.
Komposisi Madu.
Dalam 100g madu asli terkandung sekitar 82,4gram karbohidrat, 0,3gram protein, 0,2gram serat dan 17,1gram air. Gula alami terbanyak pada madu adalah fruktosa dan glukosa, dengan persentase bisa mencapai 85-95% dari total gula alami madu. Jenis gula alami lainnya adalah disakarida (Sukrosa, Maltose, Isomaltosa), trisakarida dan oligosakarida. Tingginya kandungan gula sederhana dan prosentase fruktosa merupakan ciri khas nutrisi madu asli. Madu memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga tidak cepat meningkatkan kadar gula dalam darah.
Kandungan terbesar kedua pada madu adalah air. Kadar air ini berkaitan dengan kualitas madu. Madu yang bermutu tinggi memiliki kadar air yang rendah atau sangat kental. Madu asli yang kadar airnya rendah akan lebih awet.
Kaya Enzim, Vitamin dan Mineral.
Madu bukan hanya berisi air yang jenuh dengan gula alami. Madu juga mengandung banyak Zat dan senyawa yang terkandung didalamnya. Berbagai sumber menyebutkan, senyawa yang ada dalam madu bisa mencapai 181 jenis, namun kandungan madu tersebut sangatlah bervariasi. Hal ini tergantung pada faktor musim, jenis bunga sebagai sumber nektar bagi lebah madu, dan faktor-faktor lainnya. Tingkat keasaman madu umumnya berkisar pada pH antara 3,2 hingga 4,5.
Madu asli, baik madu hutan maupun madu ternak, kaya dengan enzim yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Yakni enzim peroksidase, invertase, diatase, katalase, oksidase, dan protease. Enzim-enzim itu berasal dari kelenjar ludah serta dari tumbuhan sumber hektar. Pada umumnya enzim-enzim akan rusak pada suhu sekitar 60-80 derajat celsius, sehingga memanaskan madu akan sangat mengurangi kualitasnya. Kandungan enzim ini merupakan penanda penting yang membedakan madu asli dengan madu palsu atau madu campuran. Untuk mengetahui kandungan enzim didalam madu hanya bisa dilakukan melalui uji laboratorium.
Madu yang asli mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, Betakaroten, vitamin B kompleks lengkap, juga vitamin C, D, E, dan K. Mineral yang ada pada madu antara lain zat besi (Fe), kalium, kalsium, magnesium, tembaga, mangan, natrium dan fosfor, asam animo esensial proline, tirosin, fenilalanin, glutamine dan asam asparat dengan jumlah bervariasi serta juga mengandung Gonadotropin yang bisa menstimulasi kelenjar.
Sumber : dari berbagai sumber.
Mengenal Madu Lebih Dekat.
Manfaat madu sudah dikenal baik sejak jaman purba, dan tercatat dalam berbagai kitab suci. Madu berkhasiat baik dari segi kandungan gizinya maupun sebagai khasiatnya untuk
pengobatan. Madu mengandung gula yang bisa menyediakan energi secara cepat saat
dikonsumsi.
Sejarah penggunaan madu.
Manfaat madu bagi kesehatan manusia sudah lama disadari manusia. Kadar gizi dan efek obat yang dimiliki madu sudah tercatat pada sejarah peradaban manusia terdahulu. Mulai kitab Weda, Yunani Kuno, Romawi Kuno, Kristen, Islam. Para tabib dan dokter masa lalu juga menyebutkan khasiat madu untuk pengobatan, seperti Aristoteles (384-322 SM), Aristoxenus (320 BC), Hippocrates, hingga para tabib Arab.
Pada masa modern modern seperti sekarang ini, sudah banyak penelitian ilmiah yang membuktikan khasiat madu. Meski begitu, madu masih ditempatkan sebagai pengobatan alternatif. Madu mengandung antioksidan yang sangat kuat, dan juga memiliki khasiat antiseptik dan antibakteri. Madu dihasilkan oleh berbagai spesies lebah madu, yang dapat hidup diberbagai tempat kecuali di kutub.
Komposisi Madu.
Dalam 100g madu asli terkandung sekitar 82,4gram karbohidrat, 0,3gram protein, 0,2gram serat dan 17,1gram air. Gula alami terbanyak pada madu adalah fruktosa dan glukosa, dengan persentase bisa mencapai 85-95% dari total gula alami madu. Jenis gula alami lainnya adalah disakarida (Sukrosa, Maltose, Isomaltosa), trisakarida dan oligosakarida. Tingginya kandungan gula sederhana dan prosentase fruktosa merupakan ciri khas nutrisi madu asli. Madu memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga tidak cepat meningkatkan kadar gula dalam darah.
Kandungan terbesar kedua pada madu adalah air. Kadar air ini berkaitan dengan kualitas madu. Madu yang bermutu tinggi memiliki kadar air yang rendah atau sangat kental. Madu asli yang kadar airnya rendah akan lebih awet.
Kaya Enzim, Vitamin dan Mineral.
Madu bukan hanya berisi air yang jenuh dengan gula alami. Madu juga mengandung banyak Zat dan senyawa yang terkandung didalamnya. Berbagai sumber menyebutkan, senyawa yang ada dalam madu bisa mencapai 181 jenis, namun kandungan madu tersebut sangatlah bervariasi. Hal ini tergantung pada faktor musim, jenis bunga sebagai sumber nektar bagi lebah madu, dan faktor-faktor lainnya. Tingkat keasaman madu umumnya berkisar pada pH antara 3,2 hingga 4,5.
Madu asli, baik madu hutan maupun madu ternak, kaya dengan enzim yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Yakni enzim peroksidase, invertase, diatase, katalase, oksidase, dan protease. Enzim-enzim itu berasal dari kelenjar ludah serta dari tumbuhan sumber hektar. Pada umumnya enzim-enzim akan rusak pada suhu sekitar 60-80 derajat celsius, sehingga memanaskan madu akan sangat mengurangi kualitasnya. Kandungan enzim ini merupakan penanda penting yang membedakan madu asli dengan madu palsu atau madu campuran. Untuk mengetahui kandungan enzim didalam madu hanya bisa dilakukan melalui uji laboratorium.
Madu yang asli mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, Betakaroten, vitamin B kompleks lengkap, juga vitamin C, D, E, dan K. Mineral yang ada pada madu antara lain zat besi (Fe), kalium, kalsium, magnesium, tembaga, mangan, natrium dan fosfor, asam animo esensial proline, tirosin, fenilalanin, glutamine dan asam asparat dengan jumlah bervariasi serta juga mengandung Gonadotropin yang bisa menstimulasi kelenjar.
Sumber : dari berbagai sumber.
0 komentar:
Posting Komentar